Di era digital saat ini, pemasaran melalui influencer telah menjadi strategi yang efektif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan. Influencer, terutama yang memiliki pengikut setia di media sosial, mampu memberikan dampak besar dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk atau layanan UMKM.
Namun, menjalin kemitraan dengan influencer tidak bisa dilakukan secara sembarangan. UMKM perlu memiliki strategi yang tepat agar kemitraan tersebut memberikan hasil yang maksimal dan tetap sesuai dengan anggaran pemasaran. Berikut adalah langkah-langkah Bagaimana UMKM Bisa Menjalin Kemitraan dengan Influencer Lokal.
Menentukan Tujuan Kemitraan dengan Influencer
Sebelum mencari influencer yang tepat, UMKM perlu menetapkan tujuan utama dari kerja sama ini. Beberapa tujuan yang bisa dijadikan acuan antara lain:
- Meningkatkan brand awareness agar lebih banyak orang mengenal produk atau layanan UMKM.
- Meningkatkan penjualan dengan menggunakan strategi promosi melalui influencer untuk menarik lebih banyak pembeli.
- Membangun kredibilitas merek dengan mendapatkan testimoni dari influencer untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan.
- Menjangkau target pasar baru dengan memanfaatkan jaringan influencer untuk meraih segmen pelanggan yang lebih luas.
Dengan tujuan yang jelas, UMKM bisa lebih mudah menentukan jenis influencer dan strategi promosi yang sesuai.
Memilih Influencer yang Sesuai dengan Target Pasar
Pemilihan influencer harus dilakukan dengan cermat agar sesuai dengan karakteristik target pasar UMKM. Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan:
- Niche dan Relevansi – Pastikan influencer memiliki audiens yang sesuai dengan bisnis UMKM. Misalnya, jika bisnis UMKM bergerak di bidang kuliner, bekerja sama dengan food blogger atau food vlogger akan lebih efektif.
- Jumlah dan Jenis Followers – Jangan hanya melihat jumlah followers yang besar, tetapi juga perhatikan apakah pengikutnya aktif dan sesuai dengan target pelanggan UMKM.
- Engagement Rate – Influencer dengan jumlah followers sedikit tetapi memiliki tingkat interaksi tinggi sering kali lebih efektif dibandingkan influencer dengan banyak pengikut tetapi engagement rendah.
- Gaya Konten – Pastikan gaya penyampaian influencer sesuai dengan citra merek UMKM agar promosi terasa lebih alami dan tidak dipaksakan.
Beberapa kategori influencer berdasarkan jumlah pengikut:
- Nano Influencer (1.000 – 10.000 followers) – Cocok untuk UMKM karena lebih personal dan memiliki engagement tinggi.
- Micro Influencer (10.000 – 100.000 followers) – Memiliki komunitas yang loyal dan masih terjangkau bagi UMKM.
- Macro Influencer (100.000 – 1 juta followers) – Bisa menjangkau audiens yang lebih luas tetapi membutuhkan anggaran lebih besar.
Menentukan Bentuk Kerja Sama yang Efektif
Setelah memilih influencer, UMKM perlu menentukan bentuk kerja sama yang sesuai dengan anggaran dan strategi pemasaran. Beberapa bentuk kemitraan yang bisa dilakukan adalah:
- Endorsement – Influencer mempromosikan produk UMKM di media sosial mereka dengan cara merekomendasikan produk kepada followers.
- Review Produk – Influencer mencoba produk dan memberikan ulasan jujur kepada audiens mereka, baik melalui Instagram, TikTok, YouTube, atau blog.
- Giveaway atau Challenge – Mengadakan kontes atau giveaway dengan melibatkan followers influencer untuk meningkatkan interaksi dan eksposur merek.
- Affiliate Marketing – Influencer mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang dilakukan melalui link atau kode promo khusus.
- Content Collaboration – Membuat konten bersama influencer, seperti video tutorial, sesi live, atau vlog yang menampilkan produk UMKM.
Pemilihan bentuk kerja sama ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan budget UMKM agar investasi yang dikeluarkan menghasilkan dampak maksimal.
Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Influencer
Komunikasi yang baik menjadi kunci keberhasilan dalam menjalin kemitraan dengan influencer. Berikut beberapa tips untuk menjaga hubungan yang baik:
- Hubungi secara profesional dengan mengirimkan pesan atau email yang berisi penjelasan jelas mengenai kerja sama yang diinginkan.
- Buat kesepakatan tertulis agar kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai hak dan kewajiban masing-masing.
- Berikan kebebasan dalam pembuatan konten agar promosi terasa alami dan tidak terkesan dipaksakan.
- Jaga hubungan baik setelah kerja sama selesai agar dapat bekerja sama kembali di masa mendatang.
Dengan komunikasi yang terbuka dan profesional, UMKM dapat menjalin kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak.
Mengukur Keberhasilan Kampanye dengan Influencer
Setelah kampanye berjalan, UMKM perlu mengevaluasi apakah kerja sama dengan influencer memberikan hasil yang diharapkan. Beberapa metrik yang bisa digunakan untuk mengukur keberhasilan antara lain:
- Engagement Rate – Jumlah like, komentar, dan share yang dihasilkan dari konten influencer.
- Peningkatan Penjualan – Apakah terjadi peningkatan penjualan setelah kampanye dengan influencer dilakukan.
- Peningkatan Followers dan Brand Awareness – Apakah ada peningkatan jumlah followers dan pengenalan merek setelah promosi.
- Trafik ke Website atau Marketplace – Jika produk dijual secara online, cek apakah ada peningkatan kunjungan ke website atau toko online setelah kampanye berlangsung.
Dengan melakukan analisis ini, UMKM bisa mengetahui apakah kerja sama tersebut efektif dan strategi apa yang perlu diperbaiki untuk kampanye selanjutnya.
Kesimpulan
Menjalin kemitraan dengan influencer lokal adalah strategi yang efektif bagi UMKM untuk meningkatkan brand awareness, menjangkau lebih banyak pelanggan, dan meningkatkan penjualan. Namun, kerja sama ini harus dilakukan dengan strategi yang tepat, mulai dari menentukan tujuan, memilih influencer yang sesuai, menetapkan bentuk kerja sama yang efektif, menjaga komunikasi yang baik, hingga mengukur keberhasilan kampanye.
Dengan pendekatan yang terencana dan profesional, UMKM bisa mendapatkan manfaat besar dari kerja sama dengan influencer lokal tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar.